Tiba di S'Pore, kami langsung menuju apartement kami, dan menyimpan barang-barang kami terlebih dahulu...
Pada pukul 13.00 siang kami langsung ke kantor kami dan memberikan penjelasan atas pekerjaan kami selama beberapa hari di Kuching. Dan mendapatkan tanggapan positip atas hal tersebut kami merasa senang...Untuk merayakan hal tersebut kantor kami pun berencana mengajak kami makan-makan di salah satu Rumah makan di Gedung Ngee Ann City yang terletak di Orchad Road pada malam hari nanti Pukul 19.30....
Senang rasanya kami semua, seluruh rencana pekerjaan telah berhasil dilaksanakan dengan baik, tanggung jawabku pun terasa plog sekarang.... tinggal aku melanjutkan rencanaku semua untuk melanjutkan rencanaku 2 bulan lagi untuk resign...seluruh kantorkupun sudah mengetahui bahwa akau akan resign untuk tahun depan ini yang tinggal hanya menghitung hari saja... mereka semua sangat menyesalkan rencanaku itu, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri.... janji adalah suatu hutang yang harus dibayar walaupun berjanji dengan diri sendiri...
Sore hari Tanggal 3 bulan terakhir aku berada di S'Pore, aku mendapat SMS dari Nadya adik iparnya Mr. Prakash yang menanyakan sekedar khabarku... akupun merasa senang ada yang memperhatikanku juga rupanya dalam hatiku, ia memberi tahu bahwa ia telah pulang ke Kuala Lumpur dari Kuching untuk menyelesaikan ujian skripsinya ...dan ia memintakan tolong untuk turut mendoakannya kepada Allah agar ia diberi kemudahan untuk menyelesaikannya...."hhhmmm, ia memang gadis yang baik" gumanku didalam hati...
Akupun ada rasa mulai tertarik kepadanya...
Mulai saat itu kami sering saling memberikan khabar, dan saling bercerita kisah hidup kami masing-masing.
Akhir bulan pun tiba, aku telah membereskan semua barang- barangku, dan sudah menyelesaikan segala administrasi yang berkaitan dengan sewa apartmentku.... Sore hari akupun menuju Bandara Udara Changi diantar temen-teman kantorku... aku merasa sedih sudah empat tahun aku tinggal disini mereka sudah kuanggap bagian dari hidupku... sekarang semuanya kutinggalkan....
Pesawatpun Take Off... menuju Jakarta...
Adikku telah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta, sesampainya aku segera menuju ke Rumah orang tuaku karena waktu sudah beranjak malam...
Satu Minggu aku telah berada di Jakarta, dan aku mencoba mencari informasi kembali pada teman-temanya Nia yang masih bekerja pada perusahaan itu, dan aku mendapatkan kota dimana orangtuanya tinggal, di Kota Singkawang Kalimantan Barat...
Senin Pagi aku segera berangkat menuju ke sana dengan menggunakan Pesawat Udara....Di Pontianak aku betemu teman kuliahku Rully yang dahulu sama-sama kuliah di Jakarta, kemudian ia mengajakku untuk mampir ke Rumahnya yang terletak di Kawasan Jl. Sumatra Pontianak, Ia menawarkan kepadaku untuk tinggal di rumahnya, kuucapkan terima kasih kepadanya dan aku tinggal hanya 1 hari saja di Hotel Khatulistiwa..
Rencanaku besok aku akan pergi ke Singkawang untuk mencari alamatnya, dan untuk itu malam ini aku ada di kota Pontianak. Aku meminta tolong kepada Rully untuk mengajak keluarganya menemani makan malam bersamaku...
Malam pukul 19.15 Ia menjemputku di Hotel dan menuju pusat kota Pontianak, Jl. Diponegoro, Ia memarkirkan mobilnya pada tempat parkir, kemudian kami menyebrangi Jalan Diponegoro menuju Jl. Antasari untuk makan Kwe Tiaw, karena katanya disitu tempat kwe tiaw yang Favorit....
Rully membawa serta istri serta anaknya yang baru satu berumur 4 tahun bernama Bagas... ia anak yang lincah cepat bergaul dan tidak malu-malu...Kamipun segera memesan makanan....
Setelah selesai kami makan dan berbincang-bincang, kami segera kembali ke tempat parkiran dimana mobil berada....sambil berjalan perlahan-lahan kami menyebrangi Jalan di Diponegoro, cccrrrriittttt ... suara rem motor .... tiba-tiba datang sebuah motor dengan kecepatan tinggi yang dikendarai seorang anak muda muncul dari arah Jl. Antasari... dan tanpa dapat menguasai kendaraannya ia menyerempet Bagus... Kami melihat Bagus bagus terjatuh dengan sedikit luka pada tangan kanannya, Kami meminta Polisi bermotor yang kebetulan sedang patroli di Jalan tersebut dan kami segera membawa Bagus ke UGD rumah Sakit yang terletak di kawasan Sui Jawi.... untuk memeriksakannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki dikemudian hari... Sampai disana ku melihat Bagus masih menangis terus begitu pula dengan ibunya.
Di UGD pemeriksaan berlangsung sudah sampai dengan 1 jam.....kemudian setelah pemeriksaan selesai, dokter memberikan resep untuk dapat ditebus di Apotik, aku dan Rully mencari apotik di rumah sakit itu dan memberikan resep kepada suster yang berjaga,.. sambil menunggu perhitungan obat yang harus di bayar kami duduk di tempat duduk sekitar apotik, beberapa menit kemudian muncullah seseorang dibalik kaca kasir yang memanggil nama anak Bagas... kemudian kami langsung menuju loket pembayaran tersebut sebelum obat itu diambil, di balik loket kaca tersebut rupanya ada yang memperhatikan kami sejak tadi ketika kami sedang duduk.. ia kemudian mendekati loket, Seorang wanita.. kemudian ia bertanya kepada kami " Maaf mas rasanya kita pernah ketemu tapi dimana ya?" ... akupun coba berpikir dalam hatiku "mungkin temannya Rully", "Rully temanmu??" kataku kepada Rully.. "bukan temenku koq, aku rasanya nggak kenal" bisiknya padaku.
Melihat kami sedikit bingung, wanita tadi menunjuk kepadaku bahwa ia merasa pernah bertemu denganku... padahal aku sendiri baru sebentar berada di kota ini, mana mungkin aku kenalnya.... tapi aku mencoba mengingat-ingat siapa tahu aku memang pernah kenal dengannya... oooh ya baru kuingat mungkin ia teman Nia pada saat di Singapore dahulu wajahnya agak mirip, akupun mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.... " Mbak kalau boleh tahu mbak pernah liburan ke Singapore nggak???" tanyaku kepadanya.. "Ya, sekarang saya baru ingat, kita pernah bertemu pada waktu dompetnya Nia ketinggalan dulu" jawabnya..
"Wah suatu kebetulan yang tak terduga nih" aku berkata dalam hatiku, kemudian kamipun saling bertegur sapa, dan tak disangka-sangka bahwa ia rupanya telah resign dahulu sebelum Nia resign dari perusahaan dimana mereka dahulu pernah bekerja., Natasha namanya, akupun bertanya kepadanya tentang Nia mungkin ia tahu keberadaannya sekarang. Benar, rupanya ia memang tahu dimana ia sekarang tinggal dirumah orangtuanya di Kota Singkawang yang letaknya +/- 100KM dari kota Pontianak, Ia pun menceritakan tentang kenapa Nia pindah dari Jakarta, bahwa ia sekarang terkena Breast Cancer, ia tidak mengatakannya kepadaku karena aku tidak ingin menjadi susah karenanya, tak terasa mataku berkaca-kaca rasanya ingin menangis mendengar cerita apa yang dialami Nia selama ini. Akupun meminta tolong kepada Natasha untuk membantu aku menemui Nia dan Natasha berjanji untuk mengantarkanku ketempat dimana orangtua Nia berada.
Malam semakin larut setelah Rully mengantarkan anak dan istrinya kerumahnya dahulu, kemudian ia mengantarkanku ke hotel dimana aku menginap, sambil berada di dalam mobil akupun meminta maaf kepadanya karena aku mengajak mereka menemaniku makan malam sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada anaknya... Rully orang sabar, ia memberitahukanku bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah SWT, kejadian yang menimpa itu semua ada hikmahnya, bila tidak ada kejadian itu mungkin kita tidak tahu juga keberadaan Nia sampai saat ini, nah sekarang menjadi lebih terbuka, ujarnya... .
Didalam kamar hotel aku mencoba memejamkan mataku tapi susah rasanya, aku ingin segera malam ini lekas berlalu dan ingin segera pagi menjelang agar aku dapat segera ke Singkawang.
No comments:
Post a Comment