Monday, June 28, 2010

Sebuah Perjalanan Panjang, Bagian Pertama

BAGIAN PERTAMA

Hari ini, Sabtu malam minggu....
Aku masih terdiam, tak mampu berkata-kata saat menerima berita itu, Ia telah memutuskan hubungan yang selama ini ada diantara kami tanpa suatu penjelasan apapun....

Akupun masih tak beranjak dari kursi di kafe ini sejak aku datang pukul 21.00, Disini ditempat ini adalah tempat kesukaanku, sebuah kafe yang terletak di Albert Court tak jauh dari apartemenku dimana aku tinggal...

Aku memang melakukan LDR dengannya selama satu tahun ini... ia bekerja di suatu perusahaan Farmasi, seorang Apoteker di Jakarta... Nia Wardhani itulah namanya, sedangkan aku telah bekerja untuk mencari makan dan masa depan di negara orang selama 3 tahun ini sebagai Investment Consultan......

Memang kuakui tak banyak waktu yang dapat kuberikan padanya selama ini...
hanya aku tidak menyangka bahwa ia telah mengambil keputusan secepat itu tanpa aku tahu sebabnya....tak ada penjelasan apapun yang dapat kuterima..

Ku telah mencoba menghubungi beberapa kali melalu telepon tetapi HPnya tidak diangkat-angkat, begitu pula melalui sms maupun Emailku pun tak dijawab olehnya.... aku ingin mengetahui mengapa ia berbuat begitu padaku...tanpa pemberitahuan..

Padahal Ketika aku berada di Jakarta sebulan yang lalu, hubunganku dengannya selama aku rasa baik-baik saja tidak ada gelagat buruk sedikitpun dan kamipun telah bersepakat untuk berencana siap melangsungkan pernikahan satu tahun lagi, setelah masa kontrak kerja selesai dan untuk itu aku berencana bekerja di Jakarta pada tahun depan....
Dan kini aku belum dapat kembali setelah mengambil cuti bulan lalu....

Aku masih mencoba mengutak-atik notebook yang ada didepanku sambil sesekali meminum teh yang telah ada sejak tadi di mejaku....tehku pun sudah terasa dingin sedingin hatiku...

Setelah duduk sambil merenung, entah sudah berapa lamanya waktu yang kuhabiskan untuk duduk disini, aku disapa oleh seorang teman lelaki yang tinggal tidak berjauhan dengan apartemenku...

"Ron, How are you... Why you look sad here"... Prakash said to me...

Akupun mencoba membalas sapaannya " Fine... please sit here with me"...

Kemudian Ia duduk sambil memesan makanan, Kamipun mulai bercakap-cakap bicara sana-sini, datangnya dia membuat aku agak sedikit dapat menghilangkan rasa gundah gulanaku yang sebenarnya sedang melanda dalam diriku....
Prakash memang seorang teman yang baik, ia seorang yang humoris, tinggal pada komplek apartemen yang sama denganku tetapi berbeda tower... orangtuanya serta istri serta anaknya tinggal di negeri jiran Malaysia, ia juga pandai berbahasa melayu...
Akupun kadang-kadang berbicara dengannya ataupun dengan keluarganya apabila datang ke kemari menggunakan bahasa melayu ...Ia telah mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang tinggal di Malaysia.....

Waktu terus berjalan, kulihat jam yang ada di tanganku telah menunjukkan pukul 24.15, kami pun segera pulang setelah sebelumnya membereskan notebookku dan memasukkannya kedalam tas...
Kami berjalan bersama melalui Selegie Road kemudian menuju apartment kami yang terletak di kawasan Litle India...

Hari Minggu pagi ku mencoba menghubungi Nia kembali, rupanya HPnya aku sudah tidak diaktipkan kembali, akupun berfikir bagaimana cara menghubunginya untuk mengetahui apa yang terjadi dengannya... aku mencoba menghubungi keluargaku yang ada di jakarta untuk mencari tahu keberadaannya...akupun meminta tolong adikku mencarinya di Apartemen Kemayoran dimana selam ini ia tinggal...

Setelah sore hari akupun mendapatkan berita dari adikku bahwa ia telah pergi kekota tempat orangtuanya tinggal di salah satu propinsi di Kalimantan,
Keberangkatannya pada saat pagi tadi dengan menggunakan pesawat pertama... dan kutahu akhirnya bahwa ia tidak memperpanjang kembali sewa apartemennya...

Aku berpikir bahwa kesalahanku selama ini aku tidak banyak bertanya siapa keluarganya dan dimana orangtuanya tinggal yang kutahu hanyalah adalah kota dimana orangtuanya saja berada ...Memang bodohnya aku selama ini kurang memperhatikannya dan keluarganya..
Akupun terpikir untuk segera mencarinya/ atau menyusulnya, tetapi hal itu adalah suatu hal yang tidak mungkin kulakukan untuk saat ini, dengan meninggalkan pekerjaan untuk mencarinya bukan karena aku tidak mencintainya tetapi banyak hal yang aku harus pertimbangkan apalagi mengenai pekerjaan, karena aku telah terikat kontrak pada perusahaan dimana aku bekerja
Dan dimana aku harus mencarinya????

Beberapa malam aku masih tak dapat tidur dengan nyenyak.
aku masih tetap memikirkannya....
Pada pekerjaanku pikiranku terhadapnya membuat aku agak sedikit terganggu karenanya, aku masih tetap berusaha menghubungi dimana tempat ia bekerja dan aku sekarang telah mengetahui bahwa ia telah mengajukan resign pada hari jum'at dengan alasan yang tak disebutkan pada perusahaan dimana ia bekerja, aku benar-benar merasa kehilangannya dan aku bertekad setelah masa kontrak kerjaku selesai dalam tahun ini maka aku akan berhenti bekerja untuk mencarinya....

Seminggu telah berlalu... aku berjalan di pertokoan yang ada berjejer rapi di Orchad Road, aku mampir ketempat kedai Old Chang Kie yang ada dan membeli beberapa cumi-cumi kesukaanku dan tak lupa memesan minumannya 1 cup coca cola, kemudian aku mencari tempat duduk yang kosong yang terletak di pinggiran Orchad Road... enak memang duduk-duduk di sepanjang orchad road, daerah yang bersih, surga bagi orang-orang yang ingin berbelanja....

sambil makan-makan kecil yang telah kubeli, akupun melihat orang yang lalu lalang dari berbagai negara dengan segala kesibukannya berbelanja , berphoto-photo dan lain-lain......

Aku pun jadi teringat akan Nia... ketika kami pertama kali berkenalan di sini persis di depan Gedung pencakar langit itu...
Satu tahun yang lalu aku mengenalnya ketika ia sedang datang melancong ke kota ini dalam rangka mengisi liburan bersama teman-teman sekantornya,
Pada saat itu ketika aku asyik berjalan sambil membaca novel Sydney Sheldon dari arah Kedai Old Chang Kie menuju tempat duduk dimana kini aku berada ..... ia dan teman-temannya sedang berphoto-photo bersama di depan air mancur yang terletak di sekitar depan pertokoan itu kemudian mereka berjalan dengan cerianya mencari lokasi-lokasi yang indah untuk berphoto kembali setelah selesai berphoto mereka duduk-duduk di tempat duduk yang ada disekitarku, tanpa sengaja kami bertatapan dan saling memberikan senyum, sebuah senyuman yang manis...yang tak dapat kulupakan sampai saat ini..

Karena tempat duduk yang ada dua buah, dua orang temannya duduk disatu kursi sedangkan ia duduk disampingku.... sambil berkata "Excuse me, may I sit Down Here??"... Akupun Menjawab "Please" sambil mempersilahkannya duduk, dan kulanjutkan kembali keasyikanku membaca novel sambil menggeserkan dan menyingkirkan minumanku ke dekatku.... akupun sedikit berbasa-basi "Where did you came From??"... Ia lantas menjawab "I From Jakarta Indonesia"... Oooh Indonesia....kataku aku juga orang Indonesia lanjutku...

Wah kupikir ia tadi orang Thailand atau orang Malaysia, rupanya orang Indonesia... senang juga ketemu orang satu negara di negara orang, kemudian kami pun saling berkenalan dan terlibat pembicaraan yang menyenangkan, ia memberi tahu dimana ia selama ini menginap, di sebuah hotel yang berada dekat orchad Road "Grand Central Hotel"...

Setelah istirahat sekitar kurang lebih 20 menit merekapun membereskan tas-tas belanjaannya dan menyapaku "permisi ya" kemudian mereka segera beranjak kembali ke hotel dimana mereka menginap....
Sekitar 10 menit setelah mereka pergi, akupun telah selesai membaca novel yang dari tadi kubaca akupun akan pergi kembali ke apartementku, tanpa sengaja terlihat olehku ada dompet dibawah sebelah kakiku, kemudian kuambil dan kuperhatikan "wah dompet milik wanita tadi yang duduk disampingku" Pikirku,
Akupun berkata dalam hati, "Wah ini harus kukembalikan, untung saja ia memberitahu di hotel mana ia menginap, bila tidak maka aku harus memposkan dompet ini kealamat yang ada di Jakarta nih" ....

Akupun bergegas berjalan menuju hotel tersebut.... aku segera ke Lobby hotel dan kutanyakan pada seseorang yang ada di informasi apakah ada rombongan orang Indonesia dengan nama ini menginap di hotel ini,
Setelah mengecek dan menelpon ke kamar hotelnya dan persetujuan dari penginap, dan memberitahukan maksud dari kedatanganku, Petugas informasi itupun memberitahukan nomor kamar hotelnya.

Rupanya salah satu temannya yang ada dikamar tersebut memberitahukan petugas hotel itu bahwa bahwa Nia bersama temannya  yang lain (Natasha) memang sedang turun ke Lift untuk kembali ketempat duduk saat kami bertemu untuk mencari dompet tersebut.

Di Lift, ketika aku mau masuk ke Lift, kami berpapasan "Hey Koq ada disini" Katanya, dengan wajah terkejut
Akupun menjawab "Iya ini aku memang mau ketemu kamu, Ini Dompetmu tadi ketinggalan di bawah kursi saat kita bertemu tadi", kemudian ia mengucapkan terima kasih dan mempersilahkan aku untuk duduk di lobby Hotel dan mengajak ngobrol" itulah saat kenangan saat pertama kali kami bertemu....

"Duuuooor"" Aku terkejut dan membuat lamunanku menjadi buyar rupanya ada mobil bis penumpang yang mengalami pecah ban di seberang jalan dimana aku duduk............

Sebuah Perjalanan Panjang, Bagian Kedua

Hari-hari berganti aku tetap slalu mencoba menghubunginya ....tetapi aku gagal.... ia seperti telah hilang entah kemana......

3 bulan berlalu ...Aku mencoba untuk berusaha melupakannya...tetapi tidak semudah itu ..apakah ini memang takdirku yang harus kualami...aku tidak tahu harus berbuat apa lagi disaat aku tak dapat pergi untuk mencarinya....aku coba mengisi hari-hariku dengan bekerja lebih keras agar aku dapat mengumpulkan uang kelak agar pada saat masa kontrak kerjaku berakhir aku telah mempunyai bekal yang untuk mencarinya....

Kadang-kadang dimalam hari aku duduk berjam-jam sambil membaca buku-buku di teras apartementku dan mencoba untuk berusaha melupakannya....tetapi belum bisa... apalagi bila tetangga apartement menyetel lagunya ungu, grup band yang berasal dari Indonesia ;

"Cinta adalah misteri dalam hidupku
yang tak pernah kutahu akhirnya
namun tak seperti cintaku pada dirimu
yang harus tergenapi dalam kisah hidupku


kuingin selamanya mencintai dirimu
sampai saat kuaakan menutup mata dan hidupku


kuingin selamanya ada disampingmu
menyanyangi dirimu... sampai waktu kan memanggilku


ku berharap abadi dalam hidupku
mencintamu bahagia untukku
karena kasihku hanya untuk dirimu
selamanya kan tetap milikmu


kuingin selamanya... mencintai... dirimu
sampai saat kuakan menutup mata dan hidupku


kuingin selamanya.. ada disamping...mu...
menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku


direlung sukmamu belalah seluruh cintaku
dihembus napasmu abadikan seluruh kasih dan sayangku


kuingin selamanya mencintai dirimu


sampai kuakan menutup mata dan hidupku


kuingin selamanya ada disamping dirimu
menyanyangi dirimu sampai waktu memanggilku


Kuingin selamanya ooohhhh .....
sampai saat menutup mata dan hidup mu




kuingin selamanya... menyanyangi dirimu
sampai waktu kan memanggilku"




Lagu itu membuat aku sedikit melow, aku memang seorang yang tidak mudah untuk jatuh hati kelain orang... susah untuk melupakannya....

memang di gedung apartemenku ini banyak para pekerja yang berasal dari Indonesia, mungkin karena sewanya lebih murah dari apartemen lainnya yang terletak di tengah kota.... tempatnya sangat strategis kemana-mana mudah tinggal memilih menggunakan taxi, kereta bawah tanah ataupun bis... semua tersedia dengan mudah.. Teras apartementku yang menghadap sungei Road menjadi hiburan tersendiri bagiku bila sedang suntuk aku memperhatikan orang-orang yang lalu lalang kearah Bencoolen menuju Pasar Bugis, Pasar itu memang menjadi favorit sebagian orang, karena barang-barang yang diperjual belikan termasuk barang dengan harga yang bersaing.....
Akupun kadang-kadang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ke pasar tersebut atau ke Mustapha Centre yang merupakan shopping centre yang buka 24 jam....

Sebuah Perjalanan Panjang, Bagian Ketiga

Sembilan bulan telah berlalu...
menjelang tiga bulan kepulanganku ke tanah air... aku sudah bertekad untuk tidak memperpanjang kontrak kerjaku pada tahun depan...walaupun aku sudah mengumpulkan tabungan yang lumayan untuk perjalanan panjangku... mencarinya...

tanggal 8, aku di tugaskan pergi ke Sarawak untuk mempelajari investasi disalahsatu negara bagian malaysia tersebut... untung aku ditugaskan bersama Mr.Prakash,... karena kutahu ia mempunyai istri berasal dari Kuching, ibukota Serawak...
Jam 10.15 pesawat kami telah mendarat di Bandara Kuching... setelah mengurus barang-barang kami, kami keluar Airport.. Rupanya kami telah dijemput oleh Istri dan keluarga Mr. Prakash, setelah diperkenalkannya kami pun segera menuju hotel dimana aku akan menginap untuk 5 hari sementara itu Mr. Prakash akan tinggal bersama keluarganya di rumah mereka...

Pada malam hari aku diundang untuk makan malam di kediaman Mr. Prakash bersama keluarganya, akupun menggunakan Taxi untuk pergi kerumahnya, sesampai dirumahnya pukul 19.15 malam, sesuai dengan alamat yang ia berikan padaku, rumahnya merupakan rumah yang termasuk besar terletak dikawasan real estate dengan arsitektur modern minimalis, setelah turun dari taxi dan membayar, akupun segera menekan bel yang ada didepan pintu pagar rumah tersebut, kemudian tidak berapa lama seseoprang membukakan pintu pagar rumah itu..... betapa terkejutnya aku bahwa yang membuka pintu tersebut seorang gadis mungkin berumur 23 tahunan yang mirip sekali dengan Nia seseorang yang selama ini kucari hanya sedikit beda potongan rambutnya yang pendek dan kulit sedikit sawo mateng... ia mempersilahkan aku masuk sembari memberikan senyum padaku.... aku tak dapat berkata-kata hampir-hampir saja aku menyebut nama NIA...

Akupun segera melangkah masuk kedalam ruang tamu keluarga itu, sementara itu diruang makan yang terletak tidak berjauhan dari ruang tamu kulihat istri Mr. Prakash sedang menyiapkan makan malam bersama gadis yang tadi membukakan pintu pagar itu...

Kira-kira setelah setengah jam kami bicara di ruang tamu, kami segera menuju ke ruang makan untuk malan malam bersama, aku duduk berhadapan dengan Mr. Prakash dan Istrinya sedangkan gadis itu duduk disampingku, dengan sedikit malu aku diperkenalkan dengan gadis tersebut, rupanya ia adalah adik dari istri Mr. Prakash, ia bernama Nadya... kutanyakan kemana anak-anak Mr. Prakash. Mr.Prakash pun menjawab bahwa anak-anaknya sudah tidur kecapean setelah sore tadi diajak jalan-jalan bersama papanya, maklum mereka sudah lama tidak bertemu....

Sambil makanpun kami berbincang-bincang, aku baru tahu bahwa Mr. Prakash mempunyai seorang adik ipar yang sedang kuliah ditingkat akhir pada salah satu Universitas di Kuala Lumpur, yang rencananya akan wisuda pada akhir tahun ini....

Setelah makan malam itu berakhir akupun segera pamit dan kembali ke Hotel tempat dimana aku menginap......

Beberapa hari di Kuching, kami melakukan rapat bersama Mr. Prakash beserta calon kolega kami, rapat-rapat dengan debat yang alot membuat kami tidak dapat pulang lebih sore....sehingga kami kurang refreshing selama 3 hari... Untungnya kami telah berhasil membuat kesepakatan untuk melakukan investasi di kota ini, dan calon lokasi telah kami tentukan bersama....padahal kami juga agak khawatir bila tidak tercapai kesepakatan maka akan sia-sia kami selama beberapa hari berada di kota ini
hari ini hari terakhir kami berada di Kuching.. karena besok pagi kami harus sudah pulang kembali ke S'Pore....hari keempat ini kami pergunakan untuk berjalan-jalan mengitari daerah Kuching dan sekitarnya tak ketinggalan Keluarga Mr. Prakash beserta adik iparnya pun ikut serta. Satu hari penuh kami bersama-sama....

Suasana akrab terlihat karena kami para pekerja di S'pore jarang bertemu dengan keluarga sehingga keakraban ini membawa kebahagian tersendiri terutama bagi diriku... ada sedikit pengobat rindu dengan adanya si Nadya bersama keluarga Mr. Prakash, sikapnya yang terbuka, akrab membuat suasana menjadi segar....(tak dapat kupungkiri aku sebagai lelaki merasa ada ketertarikanku padanya, walaupun dalam hatiku masih ingin mencari mata hatiku yang telah hilang) setelah sore hari kami pun berpisah ketempat kami masing-masing... untuk beristirahat dan besok kembali ke S'pore... sebelum kami berpisah kami masing-masing memberikan No. HP kami siapa tahu kami dapat berhubungan di lain waktu.....

Pagi-pagi kamipun berangkat ke Bandara Kuching menuju S'Pore... keluarga Mr. Prakash pun turut mengantarkan kami ke bandara.....

Sebuah Perjalanan Panjang, Bagian Terakhir

Tiba di S'Pore, kami langsung menuju apartement kami, dan menyimpan barang-barang kami terlebih dahulu...

Pada pukul 13.00 siang kami langsung ke kantor kami dan memberikan penjelasan atas pekerjaan kami selama beberapa hari di Kuching. Dan mendapatkan tanggapan positip atas hal tersebut kami merasa senang...Untuk merayakan hal tersebut kantor kami pun berencana mengajak kami makan-makan di salah satu Rumah makan di Gedung Ngee Ann City yang terletak di Orchad Road pada malam hari nanti Pukul 19.30....

Senang rasanya kami semua, seluruh rencana pekerjaan telah berhasil dilaksanakan dengan baik, tanggung jawabku pun terasa plog sekarang.... tinggal aku melanjutkan rencanaku semua untuk melanjutkan rencanaku 2 bulan lagi untuk resign...seluruh kantorkupun sudah mengetahui bahwa akau akan resign untuk tahun depan ini yang tinggal hanya menghitung hari saja... mereka semua sangat menyesalkan rencanaku itu, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri.... janji adalah suatu hutang yang harus dibayar walaupun berjanji dengan diri sendiri...

Sore hari Tanggal 3 bulan terakhir aku berada di S'Pore, aku mendapat SMS dari Nadya adik iparnya Mr. Prakash  yang menanyakan sekedar khabarku... akupun merasa senang ada yang memperhatikanku juga rupanya dalam hatiku, ia memberi tahu bahwa ia telah pulang ke Kuala Lumpur dari Kuching untuk menyelesaikan ujian skripsinya ...dan ia memintakan tolong untuk turut mendoakannya kepada Allah agar ia diberi kemudahan untuk menyelesaikannya...."hhhmmm, ia memang gadis yang baik" gumanku didalam hati...
Akupun ada rasa mulai tertarik kepadanya...

Mulai saat itu kami sering saling memberikan khabar, dan saling bercerita kisah hidup kami masing-masing.

Akhir bulan pun tiba, aku telah membereskan semua barang- barangku, dan sudah menyelesaikan segala administrasi yang berkaitan dengan sewa apartmentku.... Sore hari akupun menuju Bandara Udara Changi diantar temen-teman kantorku... aku merasa sedih  sudah empat tahun aku tinggal disini mereka sudah kuanggap bagian dari hidupku... sekarang semuanya kutinggalkan....  


Pesawatpun Take Off... menuju Jakarta...
Adikku telah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta, sesampainya aku segera menuju ke Rumah orang tuaku karena waktu sudah beranjak malam...

Satu Minggu aku telah berada di Jakarta, dan aku mencoba mencari informasi kembali pada teman-temanya Nia yang masih bekerja pada perusahaan itu, dan aku mendapatkan kota dimana orangtuanya tinggal, di Kota Singkawang Kalimantan Barat...

Senin Pagi aku segera berangkat menuju ke sana dengan menggunakan Pesawat Udara....Di Pontianak aku betemu teman kuliahku Rully yang dahulu sama-sama kuliah di Jakarta, kemudian ia mengajakku untuk mampir ke Rumahnya yang terletak di Kawasan Jl. Sumatra Pontianak, Ia menawarkan kepadaku untuk tinggal di rumahnya, kuucapkan terima kasih kepadanya dan aku tinggal hanya 1 hari saja di Hotel Khatulistiwa..

Rencanaku besok aku akan pergi ke Singkawang untuk mencari alamatnya, dan  untuk itu malam ini aku ada di kota Pontianak. Aku meminta tolong kepada Rully untuk mengajak keluarganya menemani makan malam bersamaku...

Malam pukul 19.15 Ia menjemputku di Hotel dan menuju pusat kota Pontianak, Jl. Diponegoro, Ia memarkirkan mobilnya pada tempat parkir, kemudian kami menyebrangi Jalan Diponegoro menuju Jl. Antasari untuk makan Kwe Tiaw, karena katanya disitu tempat kwe tiaw yang Favorit....

Rully membawa serta istri serta anaknya yang baru satu  berumur 4 tahun bernama Bagas... ia anak yang lincah cepat bergaul dan tidak malu-malu...Kamipun segera memesan makanan....


Setelah selesai kami makan dan berbincang-bincang, kami segera kembali ke tempat parkiran dimana mobil berada....sambil berjalan perlahan-lahan kami menyebrangi Jalan di Diponegoro, cccrrrriittttt  ... suara rem motor .... tiba-tiba datang sebuah motor dengan kecepatan tinggi yang dikendarai seorang anak muda muncul dari arah Jl. Antasari... dan tanpa dapat menguasai kendaraannya ia menyerempet Bagus... Kami melihat Bagus bagus terjatuh dengan sedikit luka pada tangan kanannya, Kami meminta Polisi bermotor yang kebetulan sedang patroli di Jalan tersebut dan kami segera membawa Bagus ke UGD rumah Sakit yang terletak di kawasan Sui Jawi.... untuk memeriksakannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki dikemudian hari... Sampai disana ku melihat Bagus masih menangis terus begitu pula dengan  ibunya.

Di UGD pemeriksaan berlangsung sudah sampai dengan 1 jam.....kemudian setelah pemeriksaan selesai, dokter memberikan resep untuk dapat ditebus di Apotik, aku dan Rully mencari apotik di rumah sakit itu dan memberikan resep kepada suster yang berjaga,.. sambil menunggu perhitungan obat yang harus di bayar kami duduk di tempat duduk sekitar apotik, beberapa menit kemudian muncullah seseorang dibalik kaca kasir yang memanggil nama anak Bagas... kemudian kami langsung menuju loket pembayaran tersebut sebelum obat itu diambil, di balik loket kaca tersebut rupanya ada yang memperhatikan kami sejak tadi ketika kami sedang duduk.. ia kemudian mendekati loket,  Seorang wanita.. kemudian ia bertanya kepada kami " Maaf mas rasanya kita pernah ketemu tapi dimana ya?" ... akupun coba berpikir dalam hatiku "mungkin temannya Rully", "Rully temanmu??" kataku kepada Rully.. "bukan temenku koq, aku rasanya nggak kenal" bisiknya padaku.

Melihat kami sedikit  bingung, wanita tadi  menunjuk kepadaku bahwa ia merasa pernah  bertemu denganku... padahal aku sendiri baru sebentar berada  di kota ini, mana mungkin aku kenalnya.... tapi aku mencoba mengingat-ingat siapa tahu aku memang pernah kenal dengannya... oooh ya baru kuingat mungkin ia teman Nia pada saat di Singapore dahulu wajahnya agak mirip, akupun mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.... " Mbak kalau boleh tahu mbak pernah liburan ke Singapore nggak???" tanyaku kepadanya.. "Ya,  sekarang saya baru ingat, kita pernah bertemu pada waktu dompetnya Nia ketinggalan dulu" jawabnya..


"Wah suatu kebetulan yang tak terduga nih" aku berkata dalam hatiku, kemudian kamipun saling bertegur sapa, dan tak disangka-sangka bahwa ia rupanya telah resign dahulu sebelum Nia resign dari perusahaan dimana mereka dahulu pernah bekerja., Natasha namanya, akupun bertanya kepadanya tentang Nia mungkin ia tahu keberadaannya sekarang. Benar, rupanya ia memang tahu dimana ia sekarang tinggal dirumah orangtuanya di Kota Singkawang yang letaknya +/- 100KM dari kota Pontianak, Ia pun menceritakan  tentang kenapa Nia pindah dari Jakarta, bahwa ia sekarang terkena Breast Cancer, ia tidak mengatakannya kepadaku karena aku tidak ingin menjadi susah karenanya, tak terasa mataku berkaca-kaca rasanya ingin menangis mendengar cerita apa yang dialami Nia selama ini. Akupun meminta tolong kepada Natasha untuk membantu aku menemui Nia dan Natasha berjanji  untuk mengantarkanku ketempat dimana orangtua Nia berada.

Malam semakin larut setelah Rully mengantarkan anak dan istrinya kerumahnya dahulu, kemudian ia mengantarkanku ke hotel dimana aku menginap, sambil berada di dalam mobil akupun meminta maaf kepadanya karena aku mengajak mereka menemaniku makan malam sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada anaknya... Rully orang sabar, ia memberitahukanku bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah SWT, kejadian  yang menimpa itu semua ada hikmahnya, bila tidak ada kejadian itu mungkin kita tidak tahu juga keberadaan Nia sampai saat ini, nah sekarang menjadi lebih terbuka, ujarnya... .

Didalam kamar hotel aku mencoba memejamkan mataku tapi susah rasanya, aku ingin segera malam ini lekas berlalu dan ingin segera pagi menjelang agar aku dapat segera ke Singkawang.

Juni 25, 2010

Untuk Ketiga kalinya aku telah kehilangannya....Susah menebak kearah mana keinginannya....

Kumulai dengan menulis lembaran-lebaran baru Cerpen......

Tuesday, June 22, 2010

Untuk Sebuah Nama, Bagian Terakhir

Tiga puluh tahun kemudian Setelah Meninggalkan sekolah dasar.....

          Aku masih termenung sendiri....melihat benar atau tidaknya itu adalah dia, apa aku memang sedang bermimpi....tidak deh rasanya....Eeeh kulihat layar komputerku...Permintaanku berteman dengannya telah di Approve olehnya... dan dia menjawab salamku melalui Message Box ....

        "Walaikum salam.... Bener aku pernah sekolah Di Bandung, maaf yaa kalau lupa, Ini Toni yang mana yaa pernah sekolah di Bandung juga???"

          Hari itu merupakan hari pertama aku melakukan hubungan kembali dengannya setelah bertahun-tahun tidak pernah mengadakan kontak baik melalui surat, telepon atau lain-lain.

          Dalam hati akupun berkata "Wah bener dianya nich... " rasa senang hadir dihatiku

          Setelah saat itu Akupun beberapa kali mengadakan chatting dan mulai mencoba mengingatkannya siapa aku...dan ia rupanya masih ingat-ingat lupa mengenaiku..

          Hari-hari pun berlalu tak terasa.....

         Pada suatu hari ia bertemu dengan saudaraku dimana aku pernah tinggal ketika pada saat SD dahulu, mungkin ia bercerita tentang aku kepadanya, dan ia akhirnya ingat sesuatu tentangku...

          Hari-hari pun kulalui, aku mulai sering mengadakan kontak dengannya, kami pun saling memberi nomor telepon, dan saling memberi kabar, bercanda baik melalui chatting maupun FB maupun melalui SMS... Mulai saat itu akupun rajin membuka FB maupun SMS.

           Tanpa kehadirannya rasanya sepi ini FB padahal banyak temen-temen lainnya yang sering berceloteh, dia dapat memberiku semangat, melihat gayanya yang suka diphoto dengan berbagai macam model, mengingatkan aku saat-saat masa kecilnya dahulu, dimana ia adalah seorang anak dengan kulit sedikit sawo mateng yang lincah.

           Dari saat itu aku banyak mengetahui tentangnya bahwa ia telah menikah dan mempunyai dua orang putra, akupun merasa senang dapat berhubungan lagi dengan seorang teman lama, teman sejak kecil... waktu memang telah memisahkan tetapi nama itu selalu tetap ada, seperti apa katanya bahwa "Sahabat seperti bintang, walaupun jauh tidak untuk dimiliki tetapi dapat dirasa kehadirannya selalu ada didalam hati.... itulah arti dari seorang sahabat .....selamanya...

            Beberapa bulan telah lewat kurang lebih empat bulanan sejak kami saling mengontak,
Pada bulan itu ia pun berulang tahun, maka kuucapkan selamat ulang tahun baik melalui SMS maupun FBku, sebenarnya aku ingin sekali memberinya hadiah ulang tahun, tapi bagaimana caranya aku takut kalau terjadi apa-apa dengannya, akupun belum mengetahui dimana rumahnya, yang hanya kutahu bahwa ia tinggal salah satu Perumahan di Ibukota, letak persisnya aku tidak tahu, dan akupun takut tidak ingin timbul masalah dikemudian hari antara persahabatanku dengannya....

           Beberapa minggu setelah ia berulang tahun ia bersama keluarga pergi keluar pulau, dimana tempat tinggal orangtuanya berada untuk bersilaturahmi, tempat dimana ia bersekolah SD dahulu....

           Sambil bersilahturahmi disana ia akan mengadakan pertemuan antara teman-teman kami seangkatan saat SD dahulu. Ia pun berharap agar aku dapat menghadiri pertemuan tersebut, akhirnya ia berhasil mengumpulkan banyak teman-teman kami SD dahulu, ia memang pandai bersosialisasi dan berhasil mengadakan reuni di rumahnya dan aku merasa bangga punya teman seperti dia mau berkorban demi sebuah persahabatan..biar aku lelaki belum tentu aku sanggup melakukan itu semua...

           Pada saat yang sama akkupun berada di kota itu, akupun pulang kampung juga ketempat orangtuaku tinggal... akupun sebenarnya berniat ingin ikut serta dalam acara itu, namun karena adanya beberapa kegiatan waktuku sangat terbatas, Aku sempat berhenti sebentar didepan rumah orangtuanya saat acara pertemuan dilaksanakan.. akan tetapi kuurungkan saja niatku itu... aku belum sanggup bertemu dengannya setelah puluhan tahun tidak pernah bertemu walaupun aku tahu ini akan dapat membuatnya kecewa....

            Setelah sehari di kota orangtuaku akupun kembali ke Ibukota kemudian aku pergi kembali ketempat lain untuk berlibur bersama keluarga, karena aku jarang menikmati waktu libur bersama keluarga....

            Sebulan setelah bulan dimana ia berulang tahun, akupun berulang tahun. Pada saat subuh itu dihari ulangtahunku, setelah aku menjalankan sholat subuh pulang dari mesjid,  aku mendengar teleponku berdering, dalam hatikupun berkata siapa yah subuh-subuh begini sudah telepon, ketika kulihat teleponku ooohhh ada SMS masuk, pada saat kulihat SMS itu berasal darinya aku merasa sangat gembira, ia mengucapkan selamat ulang tahun pada saat orang lain belum mengucapkannya padaku di hari ulang tahunku. Kemudian akupun segera membalasnya, dan kamipun saling SMS untuk beberapa saat....

          Awal Desember aku ditugaskan diluar negeri dalam beberapa waktu, akupun tidak menghubunginya selama beberapa minggu, ada rasa ingin ketemu dengannya setelah pulang dari tugas ini, untuk itu kubawakan ia sedikit oleh-oleh untuknya, dalam ingatanku ini adalah hal yang pernah aku ingin berikan kepadanya tigapuluh tahun yang lalu pada saat perpisahan sekolah dasar dulu.....

         Ketika tugas-tugas kantor dapat sudah kuselesaikan dalam beberapa hari, akupun segera kembali ke negaraku, karena hal-hal tertentu aku tidak langsung datang kerumah maupun ke kantor, Dari Bandara aku langsung menuju ketempat Kepolisian Ibukota, karena pada saat aku berada di luar negeri aku mendapat telepon harus segera menghadap, karena ada sedikit masalah yang harus diselesaikan pada kantor ke kepolisian ini... Setelah bertemu dan membahas urusan yang ada di Kepolisian berakhir, akupun mencoba menghubunginya melalui telepon, untuk menanyakan alamatnya yang pasti agar aku dapat mengantar oleh-oleh ini dan dapat melihatnya secara langsung. Ini baru pertama kalinya aku mendengar suaranya dalam beberapa bulan pertemuanku kembali di Internet...suaranya baru kali ini kudengar kembali setelah puluhan tahun lama... masih terasa dialek daerahnya walaupun ia telah lama tinggal di Ibukota aku bilang aku ada membawakannya oleh-oleh... mula-mula ia ragu memberikan aku alamat, akupun coba untuk mengerti karena ia bukan seorang wanita yang bebas lagi ia adalah seorang istri orang ...kemudian ia memberikan aku sebuah alamat dan aku berjanji untuk memberikannya melalui kantor pos tanpa perlu memberitahukan pengirimnya.. aku sudah cukup merasa senang bahwa ia mau menerima pemberianku...

          Setelah itu hari demi hari kami saling bertegur sapa melalui internet maupun SMS, rasanya masih seperti kami kanak-kanak dulu... saling bercerita dan saling membagi pengalaman masing-masing... Aku berjanji padanya pada suatu saat akan kuperlihatkan photo saat ia SMA yang pernah diberikan padaku saat kami pernah akrab saling berkirim surat, dimana surat-surat sampai saat inipun masih kusimpan, ia sangat terkejut bahwa aku masih menyimpannya untuk waktu yang lama, kemudian ia meminta aku untuk membakar surat-surat itu..... Hahaha ... akupun tertawa geli melihat ia ketakutan begitu, aku dapat memperkirakan ekspresi wajahnya ketika aku ceritakan hal tersebut.

          Ada hal yang membuat aku merasa sedih saat anaknya mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit, aku mengetahuinya melalui FB , tetapi aku tidak dapat berbuat apa2... ingin menjenguknya namun ada hal hal tertentu yang aku tidak dapat lakukan demi saling menjaga perasaan..

        Waktupun berjalan demikian cepatnya....tahun berganti

         Pada suatu hari di akhir bulan April, ada kesempatan untuk kami bertemu, kebetulan datang seorang sahabat SD kami yang lain sedang di Ibukota, kemudian ia merencanakan pertemuan dengan kami disuatu Mall di Ibukota... Hari itu mobilku ngadat, dalam pikiranku wah pertemuan pertamaku bakal batal nich...Aku ingat dengan kata-katanya yang ditulis di SMS ... "Pokoknya harus dateng".... mengingatkanku kata-kata pada saat kami masih kanak-kanak dahulu... akupun akhirnya menggunakan taksi untuk pergi ketempat yang kutuju... dan Tak lupa kubawakan sepotong coklat untuknya, kuminta bungkuskan rapi-rapi oleh pramuniaga...

         Didekat lift ia bersama teman lainnya telah menunggu...Kamipun bertegur sapa...Ketika bertemu dengannya terasa sesuatu yang tak biasa dihatiku.. kamipun berjalan bersama mencari tempat untuk makan sambil mengobrol, kupersilahkan ia mencari tempat karena aku sendiri tidak familiar di tempat ini... tak lupa aku menyuruh membuka tas miliknya dan kuselipkan coklat itu kedalam tasnya... tanpa sepengetahuan temanku yang lain... hihihi...kaya anak2 kecil aja....

         Setelah mendapatkan tempat kami duduk berdampingan ... didepanku ada teman yang lain...Itulah pertemuan yang pertama setelah puluhan tahun tidak bertemu....ada kehangatan diantara kami, walaupun sedikit malu-malu pembicaraan kami semakin mencair....kami saling bercerita kesana kemari.. tidak terasa waktu menunjukan jam 22.00 malam

         Setelah kami mengobrol kesana kemari kuantar dianya bersama temanku ke tempat suaminya yang telah menunggu... Oooh ini suaminya, Ganteng juga aku pikir sangat pantas dia memang menjadi suami dari temanku itu...menurut pandanganku ia seorang pria yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya..

         Beberapa bulan kemudian aku berencana untuk pulang kerumah orangtuaku, akupun memberitahukannya, kutanya ia ingin dibawakan apa, ia menyebutkan beberapa barang, mudah-mudahan semoga aku dapat membawa untuknya.

         Setelah pulang dari kota dimana orangtuaku tinggal, Sesampainya di Airport ibukota aku membereskan barang-barang yang kubawa termasuk pesanan darinya, aku segera menuju mobilku yang kuparkir di tempat parkiran sejak subuh tadi sambil meneleponnya bahwa aku telah ada di airport, aku memang sengaja hanya sebentar saja mengunjungi orangtuaku karena kerinduanku pada orangtua, berangkat subuh dan pulang sore hari.

         Aku berkeinginan untuk memberikan sesuatu untuknya hanya untuk mengingatkan bahwa ia pernah memberiku sesuatu, Sambil mengendarai mobilku aku menuju rumahnya, tak beberapa lama aku sampai didepan rumahnya, kemudian sambil memutarkan mobilku kutelepon kembali dianya,... "tolong donk keluar takut salah rumahnya karena aku baru sekali itu kerumahnya".

         Setelah kuparkirkan mobil didepan rumahnya, akupun segera turun sambil membawa pesanannya...
Didepan pintu pagar, kuucapkan salam padanya "Assalamualikum....." "Walaikum Salam" jawabnya sambil membukakan pintu pagar, kulihat senyuman manis diwajahnya...diantara senyumannya ada sedikit perubahan di wajahnya... kuberpikir ada sesuatu yang telah terjadi dengannya, mungkin sesuatu yang menjadi pikirannya.... iapun mempersilahkan aku duduk di kursi teras depan rumahnya, akupun duduk dikursi itu, ia menawarkan aku mau minum, aku jawab "boleh juga", ia masuk kedalam rumah sambil kembali membawakan aku segelas air putih dingin... kemudian kami duduk sambil bercerita kulihat wajahnya sedikit tersipu malu... bagaimana tidak pada usia-usia sekarang duduk berdua seperti anak muda masih pacaran aja, akupun mengalami rasa yang sama dengannya,...kemudian kuperlihatkan photo yang pernah diberikannya padaku..pada saat sma dulu...."sini kembaliin photonya" katanya.....
Kubilang "nggak mau aah orang sudah dikasih mau diminta lagi.......qqqqqqq"...lihat senyumnya malu2...

          Rasanya koq aku merasa sudah biasa ada dirumah ini padahal aku baru sekali... kemari... setelah ngobrol beberapa saat aku baru mengetahui bahwa keluarganya baru saja mengalami musibah... ooh pantes wajahnya sedikit murung...

          Aku tidak ingin melihat ia terus bersedih, untuk itu kupercepat aku pulang menuju kerumahku........Akupun segera pamit kepadanya dan mengingatkan supaya ia tetap tabah menerima cobaan yang datangnya dari Allah, sambil berjalan menuju pagar rumahnya kuelus rambutnya yang halus.... dan kuberkata "kuatin hatimu yaa" dan kemudian kuucapkan salam... dan iapun menjawab salam sambil menutup kembali pintu pagarnya...

           Akupun segera menghidupkan mobilku dan mobil berjalan perlahan mulai menjauhi rumahnya, sambil mengendarai mobil kuhidupkan radio mobilku dan kucari frekwensi sebuah station Radio kalau tidak salah ini female radio... terdengar sebuah lagu yang dibawakan penyanyi lama Ebiet G Ade....

"Mengapa jiwaku meski bergetar sedang musikpun manis kudengar...  mungkin karena kulihat lagi  lentik bulu matamu, bibirmu ...dan rambutmu yang kau biarkan.. jatuh bergerai di keningmu makin mengajakku terpana    kau goreskan gita cinta...
Mengapa aku meski duduk disini sedang engkau tepat didepanku, mestinya aku berdiri berjalan kedepanmu kusapa   dan kunikmati wajahmu atau kuisyaratkan cinta... tapi semua tak kulakukan..... kata orang cinta meski berkorban...
Mengapa dadaku meski bergunjang bila kusebutkan namamu sedangkan kau diciptakan bukan untukku ..itu pasti.. tapi aku tak mau peduli... sebab cinta bukan mesti bersatu.. biar kucumbui bayanganmu dan kusandarkan harapanku"


sebuah lagu yang manis....

          Sambil memasuki jalan Tol kulihat lampu-lampu di Ibukota.....sambil melamun aku berfikir bahwa aku telah memenuhi janjiku sendiri yang pernah terbetik dihatiku untuk memberinya coklat dan memperlihatkan photo itu....janji tetap janji dan aku berhasil memenuhinya walau butuh waktu 30 tahun.... Tiba-tiba saja dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang sedang melaju kencang menyorotkan lampu mobilnya kepadaku.,,aku tersentak kaget ,.,setir mobil kubanting kekiri dan mobil pun menabrak beton pemisah antara jalan tol dengan jalan biasa....kepala ku terantuk di setir mobil, setelah itu aku tidak ingat apa apa lagi...terasa sepi....tiba tiba aku merasa ada tangan menyentuh pundakku....dari arah belakang... sayup-sayup kudengar ada yang memanggilku: "Pa...Papa bangun udah jam lima sore nih ...ayo pulang"...
Akupun terbangun dan menoleh kesampingku rupanya ada istriku sedang mengoyang-ngoyangkan pundakku.... "Bangun pa sudah sore ntar Boss lihat dan ngomong ..."ini mau kerja apa tidur terus..." katanya,

           Yaah aku tersentak kaget karenanya, Eeeh benar aku rupanya sedang duduk di Depan Komputerku dan kepalaku terantuk diatas meja kerjaku ...jadi aku tadi sedang bermimpi.......

"Hayo sedang mimpiin siapa" kata istriku, "Itu yah yang ada dilayar komputer sambil menunjuk profile seseorang yang ada dilayarku........"

Jadi malu akunya dengan mukaku sedikit memerah.....

         Akupun berkata sambil merenggangkan tangan ku "Aaah Mama bikin papa terkejut aja ..lagi mimpi enak-enak koq dibangunin"....

Kulihat jam sudah mendekati pukul 17.00 Sore... akupun segera mematikan komputerku....

Hah mimpi..????  .mimpi.... kog rasanya seperti beneran aja...lama amat....







Untuk Sebuah Nama, Bagian Kedua

Masa-Masa SMA,

Setelah selesai dari Sekolah Menengah Pertamaku, aku mendaftar dan diterima di SMA yang terletak di Pusat kota.

Disana aku bertemu dengan beberapa teman yang pernah menjadi teman di SDku yang dulu, dikelasku IA SMAN, aku bertemu dengan Ratna yang aku tahu bahwa dia adalah temannya Ratih dari masih kecil......

Disaat sekolah sudah berlangsung beberapa bulan aku mempunyai beberapa kawan baru dan kawan lama, kepada Ratna sambil bercanda-canda kucari informasi keberadaan Ratih sekarang dimana???, tinggal dimana dan sekolah dimana??, Panjang lebar dia bercerita dan kemudian Si Ratna menjadi kawan akrabku, dia suka bercerita tentang keluarganya dan temen-temennya yang lain.

Aku memang seorang pendengar baik, tanpa harus memotong apa yang diceritakan olehnya, yang penting bagiku mendengar keluhan orang dan dapat memberikan jalan keluar dari masalah adalah hal baik bagiku, akupun kepadanya ingin mengetahui keberadaan Si Ratih, tanpa aku harus bertanya secara langsung olehnya.
Nanti bila diketahuinya bahwa aku mempunyai perhatian sama si Ratih bisa jadi aku digodain sama temen-temenku semuanya... wah bisa berabe nanti..

Eeeh akhirnya suatu hari kudapatkan alamat dia berada sekarang, Jl. Sumur.......
rupanya ia tinggal di salah satu kota besar di Jawa Barat, ia melanjutkan SMAnya disana setelah ia menyelesaikan sekolah Menengah Pertamanya di Kota yang sama dengan SDnya dahulu.

Akupun tergerak memberanikan diri untuk menuliskan sepucuk surat untuknya, paling tidak untuk mengetahui khabar darinya,

Kemudian kucoba untuk menulis surat, tetapi karena aku belum terbiasa menulis surat jadi tangankupun bergetar, bingung mau menulis apa kiranya.....Satu surat kutulis baru pada alenia pertama ....Aaah rasanya nggak cocok deh, maka kurobek lagi surat itu, Setelah berkali-kali mencoba menulis ...akhirnya selesai juga surat itu, surat itu kutulis pada kertas surat yang warna biru.....

"Hai, apa khabar???

Masih ingat aku Nggak? aku pikir kamu pasti nggak ingat, Aku dulu sekolah di SD Pembina sama dengan kamu, aku diberitahu oleh Ratna kalau kamu sekarang tinggal di Kota ini..........."

itu sebagian kata-kata yang kutulis pada surat itu,

Setelah surat itu siap maka segera kuposkan melalui Pos yang berada di Lapangan terbang.

Seminggu kemudian setelah aku poskan surat itu melalui Kantor Pos yang ada di Lapangan Terbang, ketika aku pulang sekolah kudapatkan satu surat dengan amplop berwarna Pink di meja belajarku, Rupanya ibuku yang telah meletakkan surat itu setelah diterima dari Pak Pos pada pagi harinya, dengan hati dag dig dug kulihat pengirimnya, Oooh aku telah mendapat balasan dari suratku beberapa hari yang lalu. Lalu kubuka amplopnya secara perlahan..... kalimat demi kalimat aku baca satu persatu... surat itu berisikan bahwa ia dalam keadaan sehat wal'afiat dan mungkin ingat-ingat lupa denganku... yah maklum aja aku dulu kan anak pindahan yang baru satu setengah tahun kenal dia, kemudian tiga tahun tidak pernah bertemu lagi semasa Sekolah Menengah Pertama....

Aku merasa senang sekali mendapat balasan surat darinya dan aku tahu bahwa dia tetap menjadi teman yang baik dimataku, aku tidak menyangka secepat ini aku mendapatkan kabar darinya...Dia bercerita bahwa ia tinggal bersama neneknya di kota itu, kota itu merupakan kota kelahiranku juga.

Setelah balasan surat itupun aku mulai berani menulis surat lebih lanjut dari bercerita keadaan, tentang keluarga, tentang temen-temennya tentang kota tempat tinggal dia sekarang, apalagi aku pernah lahir dan tinggal dikota itu, rupanya ia temen yang hangat untuk sharing, saling berbagi cerita, pengalaman dan lain-lain.

Seminggu, sebulan dan terus kami saling berkirim surat, Kadang-kadang aku memposkan suratku melalui pak Pos yang suka datang mengantar surat melalui sekolahku. Pak Pos itu akhirnya mengenal aku karena aku yang paling sering mengirim baik surat ataupun kartupos ke beberapa temanku...

Pada suatu saat dia mengirimkan photonya padaku, kulihat wajahnya masih seperti yang dulu ... manis... dengan mengenakan Baju kaos dan jaket dilehernya tergantung sebuah kalung, berlatar belakang kamarnya dengan poster-poster penyanyi, kelihatan AHA, ataupun George Michael gitu... seperti anak-anak pada saat remaja yang rata-rata merasa mempunyai idola penyanyinya masing- masing....Photo itu sampai sekarang masih tersimpan di lemariku...pada suatu saat akan kutunjukan padanya bahwa aku masih menyimpan pemberiannya tersebut....

Entah sudah berapa banyak kami saling mengirim surat tujuh, delapan ataupun lebih dari sepuluh... akupun belum pernah bertemu dia secara langsung....

Liburan kenaikan kelaspun tiba.... ia pulang kembali berlibur dirumah orangtuanya, aku telah mengetahui dari surat yang ia kirimkan kepadaku baik melalui alamat rumah maupun alamat sekolahku.... Akupun ingin bertemu dengannya tapi gimana yaah.... aku memang seorang yang pemalu, kalau menulis sudah bisa lancar sekarang, tetapi untuk bertemu ngobrol pasti aku tidak dapat... terdiam seribu bahasa.....

Untungnya temen akrabku si Ratna memberikan sedikit angin, dia bilang si Ratih mau datang yok temenin aku kerumahnya..... wah ini dia....kata pepatah pucuk dicinta ulampun tiba.... tanpa aku perlu minta bantuan dengannya dia nawarin untuk bertemu dengan Ratih....

Setelah tahu kapan waktu kedatangannya Ratih .... beberapa hari kemudian Ratna mengajakku sabtu Sore pergi kerumahnya.... Saat itu Ratih baru bangun tidur kelihatannya, dasar anak cuekkan kulihat dia keluar kamar sambil mengucek-ngucek matanya dengan matanya, dalam hatiku berkata "masih agak tomboy juga dianya"

Mungkin dia pikir Si Ratna aja yang datang kali, setelah melihatku ia kembali kekamarnya sambil malu-malu...Ia tidak menduga kalau ratna datang bersama aku yang sering saling berkirim surat dengannya....

Suasanapun menjadi cair... cerita ngalor ngidul, waktu mendekati magrib akupun pulang.... dengan rasa hati yang senang telah bertemu dengannya, entah apa yang dirasa olehnya.......

Senin pagi ketika waktu libur telah habis, Si Ratih telah kembali bersekolah di kota neneknya kembali, begitupun denganku...aku bertemu dengan si Ratna, Dari cerita -cerita dirumahnya Ratih, Rupanya Ia tahu bahwa aku sering saling berkirim surat dengan si Ratih, dan sebagai kawan akrab ia memberitahuku bahwa Si Ratih telah punya Pacar jadi lebih baik aku mengurangi untuk berkirim surat dengannya..... yaahhhh gimana yaa.... tapi pikir punya pikir benar juga sih pendapat temanku Ratna daripada terjadi apa-apa dengannya nanti malah aku jadi merasa bersalah.... akhirnya aku putuskan untuk tidak mengirimkan surat lagi untuknya.. Ratih....

Demi sebuah persahabatan.........