Untuk Sebuah Nama
Bagian I
Jam pada saat ini menunjukkan pukul 14.55 menjelang sore hari, Aku bergegas kembali ke kamar kerjaku setelah melaksanakan Sholat Ashar, akupun kembali asyik mengerjakan pekerjaan kantorku, mengutak-atik pembukuan yang belum terselesaikan juga. Pekerjaan didepan komputer memang kadang-kadang membawa kelelahan baik pikiran maupun mataku........Sambil memeriksa tiap-tiap pos pengeluaran. Akupun menyetel music pada komputerku...Terdengar sayup-sayup sebuah lagu yang dinyanyikan oleh charlie vokalis ST 12,
" ......... satu jam saja ku tlah bisa cintai kamu dihatiku .....namun bagiku melupakanmu butuh waktu seumur hidupku................"
Sebuah lagu dengan syair yang indah, mendengar lagu itu telah membuat aku sedikit mengantuk jadinya.
Terasa penat juga rasanya otakku berisi hitungan-hitungan yang aku sendiri tidak tahu mengapa aku harus melakukan ini, padahal aku bukanlah seorang akuntan yang handal untuk memeriksa segala pemasukan dan pengeluaran yang telah ada pada perusahaan dalam beberapa tahun yang lalu.
Rupanya bukan hanya aku saja yang sedang suntuk, kulihat beberapa temanku suntuknya lebih berat lagi, ada yang asyik tertawa-tawa sendiri didepan komputernya nggak tahu apa yang sedang ia lihat sehingga membuatnya tertawa-tawa sendiri? akupun berbicara dalam hati : "Sudah gila kali ya temanku itu tertawa sendiri"....
Ada juga yang duduk sejajar disampingku dengan jarak kira-kira kurang lebih 10 meter dari kamar kerjaku dimana aku duduk, kulihat ia sepertinya sedang asyik menulis, padalah bila diperhatikan dengan seksama, ia sedang tidur sambil memegang balpoint...akupun tertawa dan berkata didalam hati lagi: "wah habis begadang kelihatannya tuch temea sampai mengantuk begitu, ditopang oleh pulpennya saja bisa menahan kepala dan badannya apa dia punya ilmu ringan tubuh ya sehingga kepalanya nggak jatuh pada meja tulis yang ada didepannya hehehe..."
Kuputar kepalaku kearah lain di sisi depannya, terlihat istriku yang cantik sedang asyik mengerjakan pembukuan dari balik lubang jendela yang ada disamping kananku... senyuman yang manis...yang kuingat senyum itu pertamakali pada saat kami pulang setetalh mengukuti penataran P4 di kampus tempat kami kuliah dahulu.
Sekali waktu kubuka account facebookku untuk mengurangi rasa lelahku, sambil bersandar santai kumainkan kursiku sambil bergoyang-goyang asyik kebelakang kedepan, sambil kumulai melihat nama-nama yang ada di dalam facebook.
Kumulai dari alpabeth "huruf A"..... kutekan cursor panah kebawah lalu kuperhatikan satu persatu......nama-demi nama kulewati... tiba-tiba aku melihat nama seseorang yang menurutku tak asing lagi bagiku.... akupun merasa percaya tidak percaya melihat nama itu....Nama seseorang yang pernah menjadi sahabatku dahulu walaupun aku sendiri sudah lama tidak pernah bertemu dengannya, mungkin sudah dua puluh enam ataupun tiga puluh tahunan aku tidak pernah menemuinya lagi.
Tapi apa benar dia?? hatiku bertanya pada diri sendiri, Koq hatiku menjadi dag dig dug begini setelah melihat nama itu???
Perlahan-lahan kulihat profilenya, ia... benar-benar dia, wajahnya tidak banyak berubah hanya mungkin terlihat lebih dewasa, Disampingnya terlihat seorang pria dengan menggunakan baju adat, akupun berpikir bahwa itu suaminya dan photo itu mungkin dibuat saat mereka mengadakan pernikahannya dahulu?
Kupelajari profilenya sedikit demi sedikit, sambil bertanya-tanya didalam hati "dimana dia tinggal sekarang ya, apa masih di tempat yang dulu??, dan rasa keingintahuanku menjadi semakin besar, aku ingin tahu bagaimana keadaannya sekarang?, dengan siapa ia menikah serta punya anak berapa ? dan hal-hal yang berhubungan dengannya tentunya.
Kemudian kucoba mengapprove accountnya..... dan tidak lupa kuberi sedikit pesan untuknya dalam Massage Box : "Ass.... Maaf ini Ratih yang SMAnya di Bandung dulu Bukan, Kalo bukan Mohon Maaf ya" Saya Toni dulu tinggal di Pontianak.....
Sambil menunggu balasan darinya akupun asyik mempermainkan kursiku dengan memutar -mutarkannya kekanan kekiri seperti anak kecil yang sedang mendapat maenan baru, sambil tak lepas mataku memperhatikan layar komputerku.
Akupun jadi teringat masa itu, masa-masa kecilku dimana ketika itu aku masih duduk dibangku kelas lima SD Pembina dikota dimana aku dibesarkan, Usiaku pada saat itu yah sekitar menjelang dua belas tahun, aku pun merupakan murid pindahan dari sekolah lain yang berbeda propinsi, Jadi aku merupakan murid baru di sekolah Pembina tersebut, karena orangtuaku pindah dari Provinsi yang lain, Bangunan Sekolah itu merupakan bangunan panggung, dengan halaman tanahnya berupa tanah gambut, bila panas terik menjelang, debu-debu beterbangan tertiup angin, bila hujan tiba kaki-kaki kami menjadi hitam karenanya, hal itu disebabkan airnya mengandung air tanah gambut yang berwarna coklat seperti air teh. Seragam dengan rompinya yang berwarna putih oranye batik kadang-kadang menjadi kotor karenanya...
Pengalamanku menjadi anak pada sekolah yang baru ada enaknya ada juga susahnya, enaknya teman-teman yang baru, banyak anak yang pada kenalan lagi... senang rasanya, susahnya kadang-kadang anak-anak yang telah lama bersekolah disitu, ada yang pada usil juga, akupun mengalami keusilan dari mereka seperti mereka melempar anak kucing kepadaku atau membawa ular lidi dalam kantongnya kemudian mereka menaruh ular lidi tersebut diantara buku-bukuku tanpa sepengetahuanku, pada saat aku buka buku akupun jadi teriak...ketakutan, merekapun pada tertawa bila melihat aku yang takut dengan ular. kadang-kadang aku jadi merasa jengkel juga sama tingkah polah mereka.
Lama-kelamaanpun mereka pada bosan melakukan hat tersebut, dan pada akhirnya berkawan baik denganku.....
Hari demi hari kulalui dari satu teman keteman lain sehingga aku banyak mempunyai teman, kawanku yang paling akrab dia bernama si Erwan anak dari suku dayak tetapi sudah lama tinggal di kota itu, dia tinggal bersama kakaknya di daerah yang agak jauh dari sekolah, ia banyak menemaniku , ia duduk sebangku denganku, aku kurang suka bergaul dengan anak laki-laki yang suka jahilin temennya ataupun suka berkelahi, tapi sierwin ini nggak begitu. Hanya Erwan merupakan temanku disekolah saja bukan teman sepermainan diluar jam sekolah.
Sebagaimana anak masih SD kegiatanku pun sehari-hari sekolah, bermain, mengaji dll, semakin hari semakin bertambah banyak temanku baik teman sekolah maupun teman sepermainan, ada temanku sepermainanku yang namanya sedikit aneh, Namanya Rowah... padahal Rowah itu artinya roh orang yang telah meninggal, entah kenapa ia sampai dipanggil begitu apa mungkin ia pernah mengalami mati suri yaa. Seperti anak-anak kecil lainnya, kami pun membentuk kelompok-kelompok bermain, kelompok kami terdiri dari beberapa teman diantaranya, Rowah, Rendy, Edo dan Romi.... kami bermain kelereng, petak umpet, bermain bola, penjelajahan dan berenang di kali yang airnya coklat dan lain-lain.
Rowah dan Udy merupakan adik kelasku, sedangkan Edo sama-sama kelas 5 tetapi hanya berbeda kelas, ia kelas 5a, sedangkan aku dan Romi satu Kelas yaitu klas 5B. Aku bersama temen-temenku biasa bermain saling ejek-ejekan, yah namanya juga anak kecil, saling mengejek adalah biasa, tanpa ada perasaan dendam sedikitpun, hari ini bertengkar besok sudah baikan lagi... temenku si Romi paling marah kalo diejek dia demen ama si Ratih anak klas 5A, karena Si Romi mempunyai hobby yaitu melukis, pada suatu hari ia pernah terlihat menulis nama si Ratih itu menjadi suatu tulisan grafitti dalam bukunya, dan ketahuan temen-temenku, yah mulai saat itu dia digodain oleh teman-teman " wah demen ya dengan yang namanya si Ratih" sehingga membuat wajahnya yang putih menjadi merah padam.
Akupun sebagai anak baru ingin tahu juga siapa sih anak yang namanya Ratih, koq dia dapat membuat si Romy sampai seneng menulis-nulis namanya dibuku segala??
Hubunganku dengan anak perempuan memang nggak terlalu deket paling kalau diluar sekolah aku bermain dengan saudara saudara sepupunya yang memang ada diantaranya seorang perempuan. Namanya juga masih anak-anak jadi lebih banyak malu dan memang kata orang aku termasuk ini tipe pemalu.
Kuselidiki sendiri siapa SiRatih itu, Oooh Rupanya dia anak klas 5A temannya Si Edo dan temen-temen lainnya, Anak-anak klas 6A memang aku tidak terlalu banyak tahu namanya satu-persatu walapun aku tahu wajahnya mereka....
Si Ratih ini anaknya periang, kecil, imut, suka lari sana lari sini persis bola bekel...(kata orang)... hehehe, dia anak yang pintar, anak seorang pejabat yang di kota ini, walaupun begitu kulihat dia anak tipe yang baik, tidak suka membedakan mana temen yang punya dan mana yang tidak. Kalau memperhatikan segala tingkah lakunya pasti semua orang akan merasa senang... dalam hatiku berkata "pantas aja si Romy sampai kesengsem padahal kami waktu itu masih anak-anak, anak-anak sudah mengetahui juga mana yang manis mana yang nggak yaa? yah namanya juga masih anak-anak.Selain si Romy aku juga melihat ada anak yang sekelas dengannya terlihat suka menggoda si Ratih, aku hanya tidak mengetahui secara pasti namanya tetapi aku sering melihat ia tinggal
Aku juga sebenarnya merasa tertarik juga melihat tingkah lakunya yang baik itu, dia paling disayang oleh guru matematika, Kalo guru itu sedang ngajar di kelasku pasti dia banggain dia "Coba kalian seperti si ratih tuch rajin belajar maka nilainya bagus terus". Emang benar sih dia tergolong anak yang pintar.
Kalau aku sering diejek anak-anak demen sama si Aya, kawan klasku, padahal aku sendiri dalam hatiku merasa tertarik sama si Ratih, apalagi senyumnya itu.... dasar anak-anak... hahaha
Tidak terasa setengah tahun telah kulewati akupun naik ke kelas enam, aku berada di kelas 6 B,
Karena aku tinggal di rumah saudara berpisah sama orangtua, Oom dan Tanteku menganggap aku sebagaimana anak kandung mereka tanpa membedakan aku dengan saudara-saudara sepupuku itu, bila waktu pulang sekolah kami bermain-main, kadang -kadang kami pergi jauh ke tempat kebon-kebon jeruk sambal ditanam yang letaknya jauh dari rumah, bila musim rambutan tiba kami pun turut sibuk serta ikut melakukan panen rambutan, karena temenku banyak mempunyai kebun rambutan yang luas-luas termasuk juga itu si Romy tinggal disekeliling rumahnya banyak ditanami pohon rambutan. Rumahnya yang terletak didekat sekolah sehingga memudahkan kami untuk mengambil rambutan miliknya.
Tak ketinggalan anak-anak sekolah yang bila hendak pulang kerumah mereka akan melewati kebon itu, pasti mampir untuk mengambil buah rambutan tak terkecuali juga si Ratih, dia termasuk anak pemberani dan suka berkumpul mengambil rambutan bersama saudara Romi lainnya.
Kelas enam adalah kelas terakhir dibangku sekolah dasar oleh karena itu aku sedikit berhati-hati dalam belajar karena apbila tidak lulus sekolah dasar maka aku harus mengulanginya lagi. Anak-anak lain mungkin pada ikut les tambahan untuk belajar agar mudah dalam mengerjakan ujian akhir, aku tidak melakukan hal yang sama karena aku tergolong orang yang tidak mampu untuk membayar les tambahan tersebut apalagi untuk membebani orang tuaku lagi yang baru mengurus pindah rumah saja sudah sangat repot.
Untungnya di sekolahku pada malam hari guru berinisiatip memberikan tambahan pelajaran sehingga aku merasa terbantu oleh adanya kegiatan itu.Ujian akhir pun berlalu, sekolahku berhasil meluluskan semua anak-anak muridnya baik kelas 6B maupun kelas 6A. Tak terasa satu setengah tahun aku bersekolah di Sekolah Dasar Pembina.
Masa perpisahan pun tiba, untuk itu kami bersama guru-guru serta murid dua kelas tersebut pergi berjalan-jalan ke Daerah Transmigrasi, maklum daerah wisata di propinsi ini pada waktu itu belum dikelola dengan baik.... Selain pergi berjalan-jalan pun kami mengadakan acara perpisahan di sekolah.
Dalam acara tersebut ada diisi berbagai macam acara diantaranya acara paduan suara, Aku termasuk murid yang menjadi anggota paduan suara pada acara perpisahaan itu termasuk juga beberapa kawan lainnya. Padahal kalau dipikir-pikir suaraku tidaklah merdu.. nggak tau itu guru salah tunjuk kali...guru kesenian mengambil beberapa orang dari kelasku dan dan beberapa orang kelas 6A termasuk juga si Ratih, senang bisa dekat-dekat dengannya, ada keinginan untuk mengajak ngobrol tapi malu...kamipun beberapa kali berlatih menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib dan tidak lupa lagu himne guru...
Pada saat perpisahan itu sekaligus diadakan pembagian ijazah kelulusan beserta raport... hari itu hari terakhir aku bertemu teman-teman di Sekolah Dasar Pembina, karena aku akan melanjutkan sekolah menengah pertamaku di dekat rumah orang tuaku sendiri yang letaknya jauh dari lingkungan SD ini....
Pada hari perpisahan itu aku membawa beberapa coklat didalam kantong celanaku dan aku berharap mempunyai kesempatan dan keinginan untuk memberikan coklat Tulip yang bentuknya kecil-kecil kesenanganku untuk temanku Ratih sebagai tanda perpisahan tapi nggak kesampain karena rasa malu....
Bagian I
Jam pada saat ini menunjukkan pukul 14.55 menjelang sore hari, Aku bergegas kembali ke kamar kerjaku setelah melaksanakan Sholat Ashar, akupun kembali asyik mengerjakan pekerjaan kantorku, mengutak-atik pembukuan yang belum terselesaikan juga. Pekerjaan didepan komputer memang kadang-kadang membawa kelelahan baik pikiran maupun mataku........Sambil memeriksa tiap-tiap pos pengeluaran. Akupun menyetel music pada komputerku...Terdengar sayup-sayup sebuah lagu yang dinyanyikan oleh charlie vokalis ST 12,
" ......... satu jam saja ku tlah bisa cintai kamu dihatiku .....namun bagiku melupakanmu butuh waktu seumur hidupku................"
Sebuah lagu dengan syair yang indah, mendengar lagu itu telah membuat aku sedikit mengantuk jadinya.
Terasa penat juga rasanya otakku berisi hitungan-hitungan yang aku sendiri tidak tahu mengapa aku harus melakukan ini, padahal aku bukanlah seorang akuntan yang handal untuk memeriksa segala pemasukan dan pengeluaran yang telah ada pada perusahaan dalam beberapa tahun yang lalu.
Rupanya bukan hanya aku saja yang sedang suntuk, kulihat beberapa temanku suntuknya lebih berat lagi, ada yang asyik tertawa-tawa sendiri didepan komputernya nggak tahu apa yang sedang ia lihat sehingga membuatnya tertawa-tawa sendiri? akupun berbicara dalam hati : "Sudah gila kali ya temanku itu tertawa sendiri"....
Ada juga yang duduk sejajar disampingku dengan jarak kira-kira kurang lebih 10 meter dari kamar kerjaku dimana aku duduk, kulihat ia sepertinya sedang asyik menulis, padalah bila diperhatikan dengan seksama, ia sedang tidur sambil memegang balpoint...akupun tertawa dan berkata didalam hati lagi: "wah habis begadang kelihatannya tuch temea sampai mengantuk begitu, ditopang oleh pulpennya saja bisa menahan kepala dan badannya apa dia punya ilmu ringan tubuh ya sehingga kepalanya nggak jatuh pada meja tulis yang ada didepannya hehehe..."
Kuputar kepalaku kearah lain di sisi depannya, terlihat istriku yang cantik sedang asyik mengerjakan pembukuan dari balik lubang jendela yang ada disamping kananku... senyuman yang manis...yang kuingat senyum itu pertamakali pada saat kami pulang setetalh mengukuti penataran P4 di kampus tempat kami kuliah dahulu.
Sekali waktu kubuka account facebookku untuk mengurangi rasa lelahku, sambil bersandar santai kumainkan kursiku sambil bergoyang-goyang asyik kebelakang kedepan, sambil kumulai melihat nama-nama yang ada di dalam facebook.
Kumulai dari alpabeth "huruf A"..... kutekan cursor panah kebawah lalu kuperhatikan satu persatu......nama-demi nama kulewati... tiba-tiba aku melihat nama seseorang yang menurutku tak asing lagi bagiku.... akupun merasa percaya tidak percaya melihat nama itu....Nama seseorang yang pernah menjadi sahabatku dahulu walaupun aku sendiri sudah lama tidak pernah bertemu dengannya, mungkin sudah dua puluh enam ataupun tiga puluh tahunan aku tidak pernah menemuinya lagi.
Tapi apa benar dia?? hatiku bertanya pada diri sendiri, Koq hatiku menjadi dag dig dug begini setelah melihat nama itu???
Perlahan-lahan kulihat profilenya, ia... benar-benar dia, wajahnya tidak banyak berubah hanya mungkin terlihat lebih dewasa, Disampingnya terlihat seorang pria dengan menggunakan baju adat, akupun berpikir bahwa itu suaminya dan photo itu mungkin dibuat saat mereka mengadakan pernikahannya dahulu?
Kupelajari profilenya sedikit demi sedikit, sambil bertanya-tanya didalam hati "dimana dia tinggal sekarang ya, apa masih di tempat yang dulu??, dan rasa keingintahuanku menjadi semakin besar, aku ingin tahu bagaimana keadaannya sekarang?, dengan siapa ia menikah serta punya anak berapa ? dan hal-hal yang berhubungan dengannya tentunya.
Kemudian kucoba mengapprove accountnya..... dan tidak lupa kuberi sedikit pesan untuknya dalam Massage Box : "Ass.... Maaf ini Ratih yang SMAnya di Bandung dulu Bukan, Kalo bukan Mohon Maaf ya" Saya Toni dulu tinggal di Pontianak.....
Sambil menunggu balasan darinya akupun asyik mempermainkan kursiku dengan memutar -mutarkannya kekanan kekiri seperti anak kecil yang sedang mendapat maenan baru, sambil tak lepas mataku memperhatikan layar komputerku.
Akupun jadi teringat masa itu, masa-masa kecilku dimana ketika itu aku masih duduk dibangku kelas lima SD Pembina dikota dimana aku dibesarkan, Usiaku pada saat itu yah sekitar menjelang dua belas tahun, aku pun merupakan murid pindahan dari sekolah lain yang berbeda propinsi, Jadi aku merupakan murid baru di sekolah Pembina tersebut, karena orangtuaku pindah dari Provinsi yang lain, Bangunan Sekolah itu merupakan bangunan panggung, dengan halaman tanahnya berupa tanah gambut, bila panas terik menjelang, debu-debu beterbangan tertiup angin, bila hujan tiba kaki-kaki kami menjadi hitam karenanya, hal itu disebabkan airnya mengandung air tanah gambut yang berwarna coklat seperti air teh. Seragam dengan rompinya yang berwarna putih oranye batik kadang-kadang menjadi kotor karenanya...
Pengalamanku menjadi anak pada sekolah yang baru ada enaknya ada juga susahnya, enaknya teman-teman yang baru, banyak anak yang pada kenalan lagi... senang rasanya, susahnya kadang-kadang anak-anak yang telah lama bersekolah disitu, ada yang pada usil juga, akupun mengalami keusilan dari mereka seperti mereka melempar anak kucing kepadaku atau membawa ular lidi dalam kantongnya kemudian mereka menaruh ular lidi tersebut diantara buku-bukuku tanpa sepengetahuanku, pada saat aku buka buku akupun jadi teriak...ketakutan, merekapun pada tertawa bila melihat aku yang takut dengan ular. kadang-kadang aku jadi merasa jengkel juga sama tingkah polah mereka.
Lama-kelamaanpun mereka pada bosan melakukan hat tersebut, dan pada akhirnya berkawan baik denganku.....
Hari demi hari kulalui dari satu teman keteman lain sehingga aku banyak mempunyai teman, kawanku yang paling akrab dia bernama si Erwan anak dari suku dayak tetapi sudah lama tinggal di kota itu, dia tinggal bersama kakaknya di daerah yang agak jauh dari sekolah, ia banyak menemaniku , ia duduk sebangku denganku, aku kurang suka bergaul dengan anak laki-laki yang suka jahilin temennya ataupun suka berkelahi, tapi sierwin ini nggak begitu. Hanya Erwan merupakan temanku disekolah saja bukan teman sepermainan diluar jam sekolah.
Sebagaimana anak masih SD kegiatanku pun sehari-hari sekolah, bermain, mengaji dll, semakin hari semakin bertambah banyak temanku baik teman sekolah maupun teman sepermainan, ada temanku sepermainanku yang namanya sedikit aneh, Namanya Rowah... padahal Rowah itu artinya roh orang yang telah meninggal, entah kenapa ia sampai dipanggil begitu apa mungkin ia pernah mengalami mati suri yaa. Seperti anak-anak kecil lainnya, kami pun membentuk kelompok-kelompok bermain, kelompok kami terdiri dari beberapa teman diantaranya, Rowah, Rendy, Edo dan Romi.... kami bermain kelereng, petak umpet, bermain bola, penjelajahan dan berenang di kali yang airnya coklat dan lain-lain.
Rowah dan Udy merupakan adik kelasku, sedangkan Edo sama-sama kelas 5 tetapi hanya berbeda kelas, ia kelas 5a, sedangkan aku dan Romi satu Kelas yaitu klas 5B. Aku bersama temen-temenku biasa bermain saling ejek-ejekan, yah namanya juga anak kecil, saling mengejek adalah biasa, tanpa ada perasaan dendam sedikitpun, hari ini bertengkar besok sudah baikan lagi... temenku si Romi paling marah kalo diejek dia demen ama si Ratih anak klas 5A, karena Si Romi mempunyai hobby yaitu melukis, pada suatu hari ia pernah terlihat menulis nama si Ratih itu menjadi suatu tulisan grafitti dalam bukunya, dan ketahuan temen-temenku, yah mulai saat itu dia digodain oleh teman-teman " wah demen ya dengan yang namanya si Ratih" sehingga membuat wajahnya yang putih menjadi merah padam.
Akupun sebagai anak baru ingin tahu juga siapa sih anak yang namanya Ratih, koq dia dapat membuat si Romy sampai seneng menulis-nulis namanya dibuku segala??
Hubunganku dengan anak perempuan memang nggak terlalu deket paling kalau diluar sekolah aku bermain dengan saudara saudara sepupunya yang memang ada diantaranya seorang perempuan. Namanya juga masih anak-anak jadi lebih banyak malu dan memang kata orang aku termasuk ini tipe pemalu.
Kuselidiki sendiri siapa SiRatih itu, Oooh Rupanya dia anak klas 5A temannya Si Edo dan temen-temen lainnya, Anak-anak klas 6A memang aku tidak terlalu banyak tahu namanya satu-persatu walapun aku tahu wajahnya mereka....
Si Ratih ini anaknya periang, kecil, imut, suka lari sana lari sini persis bola bekel...(kata orang)... hehehe, dia anak yang pintar, anak seorang pejabat yang di kota ini, walaupun begitu kulihat dia anak tipe yang baik, tidak suka membedakan mana temen yang punya dan mana yang tidak. Kalau memperhatikan segala tingkah lakunya pasti semua orang akan merasa senang... dalam hatiku berkata "pantas aja si Romy sampai kesengsem padahal kami waktu itu masih anak-anak, anak-anak sudah mengetahui juga mana yang manis mana yang nggak yaa? yah namanya juga masih anak-anak.Selain si Romy aku juga melihat ada anak yang sekelas dengannya terlihat suka menggoda si Ratih, aku hanya tidak mengetahui secara pasti namanya tetapi aku sering melihat ia tinggal
Aku juga sebenarnya merasa tertarik juga melihat tingkah lakunya yang baik itu, dia paling disayang oleh guru matematika, Kalo guru itu sedang ngajar di kelasku pasti dia banggain dia "Coba kalian seperti si ratih tuch rajin belajar maka nilainya bagus terus". Emang benar sih dia tergolong anak yang pintar.
Kalau aku sering diejek anak-anak demen sama si Aya, kawan klasku, padahal aku sendiri dalam hatiku merasa tertarik sama si Ratih, apalagi senyumnya itu.... dasar anak-anak... hahaha
Tidak terasa setengah tahun telah kulewati akupun naik ke kelas enam, aku berada di kelas 6 B,
Karena aku tinggal di rumah saudara berpisah sama orangtua, Oom dan Tanteku menganggap aku sebagaimana anak kandung mereka tanpa membedakan aku dengan saudara-saudara sepupuku itu, bila waktu pulang sekolah kami bermain-main, kadang -kadang kami pergi jauh ke tempat kebon-kebon jeruk sambal ditanam yang letaknya jauh dari rumah, bila musim rambutan tiba kami pun turut sibuk serta ikut melakukan panen rambutan, karena temenku banyak mempunyai kebun rambutan yang luas-luas termasuk juga itu si Romy tinggal disekeliling rumahnya banyak ditanami pohon rambutan. Rumahnya yang terletak didekat sekolah sehingga memudahkan kami untuk mengambil rambutan miliknya.
Tak ketinggalan anak-anak sekolah yang bila hendak pulang kerumah mereka akan melewati kebon itu, pasti mampir untuk mengambil buah rambutan tak terkecuali juga si Ratih, dia termasuk anak pemberani dan suka berkumpul mengambil rambutan bersama saudara Romi lainnya.
Kelas enam adalah kelas terakhir dibangku sekolah dasar oleh karena itu aku sedikit berhati-hati dalam belajar karena apbila tidak lulus sekolah dasar maka aku harus mengulanginya lagi. Anak-anak lain mungkin pada ikut les tambahan untuk belajar agar mudah dalam mengerjakan ujian akhir, aku tidak melakukan hal yang sama karena aku tergolong orang yang tidak mampu untuk membayar les tambahan tersebut apalagi untuk membebani orang tuaku lagi yang baru mengurus pindah rumah saja sudah sangat repot.
Untungnya di sekolahku pada malam hari guru berinisiatip memberikan tambahan pelajaran sehingga aku merasa terbantu oleh adanya kegiatan itu.Ujian akhir pun berlalu, sekolahku berhasil meluluskan semua anak-anak muridnya baik kelas 6B maupun kelas 6A. Tak terasa satu setengah tahun aku bersekolah di Sekolah Dasar Pembina.
Masa perpisahan pun tiba, untuk itu kami bersama guru-guru serta murid dua kelas tersebut pergi berjalan-jalan ke Daerah Transmigrasi, maklum daerah wisata di propinsi ini pada waktu itu belum dikelola dengan baik.... Selain pergi berjalan-jalan pun kami mengadakan acara perpisahan di sekolah.
Dalam acara tersebut ada diisi berbagai macam acara diantaranya acara paduan suara, Aku termasuk murid yang menjadi anggota paduan suara pada acara perpisahaan itu termasuk juga beberapa kawan lainnya. Padahal kalau dipikir-pikir suaraku tidaklah merdu.. nggak tau itu guru salah tunjuk kali...guru kesenian mengambil beberapa orang dari kelasku dan dan beberapa orang kelas 6A termasuk juga si Ratih, senang bisa dekat-dekat dengannya, ada keinginan untuk mengajak ngobrol tapi malu...kamipun beberapa kali berlatih menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib dan tidak lupa lagu himne guru...
Pada saat perpisahan itu sekaligus diadakan pembagian ijazah kelulusan beserta raport... hari itu hari terakhir aku bertemu teman-teman di Sekolah Dasar Pembina, karena aku akan melanjutkan sekolah menengah pertamaku di dekat rumah orang tuaku sendiri yang letaknya jauh dari lingkungan SD ini....
Pada hari perpisahan itu aku membawa beberapa coklat didalam kantong celanaku dan aku berharap mempunyai kesempatan dan keinginan untuk memberikan coklat Tulip yang bentuknya kecil-kecil kesenanganku untuk temanku Ratih sebagai tanda perpisahan tapi nggak kesampain karena rasa malu....
No comments:
Post a Comment