Tuesday, June 22, 2010

Untuk Sebuah Nama, Bagian Kedua

Masa-Masa SMA,

Setelah selesai dari Sekolah Menengah Pertamaku, aku mendaftar dan diterima di SMA yang terletak di Pusat kota.

Disana aku bertemu dengan beberapa teman yang pernah menjadi teman di SDku yang dulu, dikelasku IA SMAN, aku bertemu dengan Ratna yang aku tahu bahwa dia adalah temannya Ratih dari masih kecil......

Disaat sekolah sudah berlangsung beberapa bulan aku mempunyai beberapa kawan baru dan kawan lama, kepada Ratna sambil bercanda-canda kucari informasi keberadaan Ratih sekarang dimana???, tinggal dimana dan sekolah dimana??, Panjang lebar dia bercerita dan kemudian Si Ratna menjadi kawan akrabku, dia suka bercerita tentang keluarganya dan temen-temennya yang lain.

Aku memang seorang pendengar baik, tanpa harus memotong apa yang diceritakan olehnya, yang penting bagiku mendengar keluhan orang dan dapat memberikan jalan keluar dari masalah adalah hal baik bagiku, akupun kepadanya ingin mengetahui keberadaan Si Ratih, tanpa aku harus bertanya secara langsung olehnya.
Nanti bila diketahuinya bahwa aku mempunyai perhatian sama si Ratih bisa jadi aku digodain sama temen-temenku semuanya... wah bisa berabe nanti..

Eeeh akhirnya suatu hari kudapatkan alamat dia berada sekarang, Jl. Sumur.......
rupanya ia tinggal di salah satu kota besar di Jawa Barat, ia melanjutkan SMAnya disana setelah ia menyelesaikan sekolah Menengah Pertamanya di Kota yang sama dengan SDnya dahulu.

Akupun tergerak memberanikan diri untuk menuliskan sepucuk surat untuknya, paling tidak untuk mengetahui khabar darinya,

Kemudian kucoba untuk menulis surat, tetapi karena aku belum terbiasa menulis surat jadi tangankupun bergetar, bingung mau menulis apa kiranya.....Satu surat kutulis baru pada alenia pertama ....Aaah rasanya nggak cocok deh, maka kurobek lagi surat itu, Setelah berkali-kali mencoba menulis ...akhirnya selesai juga surat itu, surat itu kutulis pada kertas surat yang warna biru.....

"Hai, apa khabar???

Masih ingat aku Nggak? aku pikir kamu pasti nggak ingat, Aku dulu sekolah di SD Pembina sama dengan kamu, aku diberitahu oleh Ratna kalau kamu sekarang tinggal di Kota ini..........."

itu sebagian kata-kata yang kutulis pada surat itu,

Setelah surat itu siap maka segera kuposkan melalui Pos yang berada di Lapangan terbang.

Seminggu kemudian setelah aku poskan surat itu melalui Kantor Pos yang ada di Lapangan Terbang, ketika aku pulang sekolah kudapatkan satu surat dengan amplop berwarna Pink di meja belajarku, Rupanya ibuku yang telah meletakkan surat itu setelah diterima dari Pak Pos pada pagi harinya, dengan hati dag dig dug kulihat pengirimnya, Oooh aku telah mendapat balasan dari suratku beberapa hari yang lalu. Lalu kubuka amplopnya secara perlahan..... kalimat demi kalimat aku baca satu persatu... surat itu berisikan bahwa ia dalam keadaan sehat wal'afiat dan mungkin ingat-ingat lupa denganku... yah maklum aja aku dulu kan anak pindahan yang baru satu setengah tahun kenal dia, kemudian tiga tahun tidak pernah bertemu lagi semasa Sekolah Menengah Pertama....

Aku merasa senang sekali mendapat balasan surat darinya dan aku tahu bahwa dia tetap menjadi teman yang baik dimataku, aku tidak menyangka secepat ini aku mendapatkan kabar darinya...Dia bercerita bahwa ia tinggal bersama neneknya di kota itu, kota itu merupakan kota kelahiranku juga.

Setelah balasan surat itupun aku mulai berani menulis surat lebih lanjut dari bercerita keadaan, tentang keluarga, tentang temen-temennya tentang kota tempat tinggal dia sekarang, apalagi aku pernah lahir dan tinggal dikota itu, rupanya ia temen yang hangat untuk sharing, saling berbagi cerita, pengalaman dan lain-lain.

Seminggu, sebulan dan terus kami saling berkirim surat, Kadang-kadang aku memposkan suratku melalui pak Pos yang suka datang mengantar surat melalui sekolahku. Pak Pos itu akhirnya mengenal aku karena aku yang paling sering mengirim baik surat ataupun kartupos ke beberapa temanku...

Pada suatu saat dia mengirimkan photonya padaku, kulihat wajahnya masih seperti yang dulu ... manis... dengan mengenakan Baju kaos dan jaket dilehernya tergantung sebuah kalung, berlatar belakang kamarnya dengan poster-poster penyanyi, kelihatan AHA, ataupun George Michael gitu... seperti anak-anak pada saat remaja yang rata-rata merasa mempunyai idola penyanyinya masing- masing....Photo itu sampai sekarang masih tersimpan di lemariku...pada suatu saat akan kutunjukan padanya bahwa aku masih menyimpan pemberiannya tersebut....

Entah sudah berapa banyak kami saling mengirim surat tujuh, delapan ataupun lebih dari sepuluh... akupun belum pernah bertemu dia secara langsung....

Liburan kenaikan kelaspun tiba.... ia pulang kembali berlibur dirumah orangtuanya, aku telah mengetahui dari surat yang ia kirimkan kepadaku baik melalui alamat rumah maupun alamat sekolahku.... Akupun ingin bertemu dengannya tapi gimana yaah.... aku memang seorang yang pemalu, kalau menulis sudah bisa lancar sekarang, tetapi untuk bertemu ngobrol pasti aku tidak dapat... terdiam seribu bahasa.....

Untungnya temen akrabku si Ratna memberikan sedikit angin, dia bilang si Ratih mau datang yok temenin aku kerumahnya..... wah ini dia....kata pepatah pucuk dicinta ulampun tiba.... tanpa aku perlu minta bantuan dengannya dia nawarin untuk bertemu dengan Ratih....

Setelah tahu kapan waktu kedatangannya Ratih .... beberapa hari kemudian Ratna mengajakku sabtu Sore pergi kerumahnya.... Saat itu Ratih baru bangun tidur kelihatannya, dasar anak cuekkan kulihat dia keluar kamar sambil mengucek-ngucek matanya dengan matanya, dalam hatiku berkata "masih agak tomboy juga dianya"

Mungkin dia pikir Si Ratna aja yang datang kali, setelah melihatku ia kembali kekamarnya sambil malu-malu...Ia tidak menduga kalau ratna datang bersama aku yang sering saling berkirim surat dengannya....

Suasanapun menjadi cair... cerita ngalor ngidul, waktu mendekati magrib akupun pulang.... dengan rasa hati yang senang telah bertemu dengannya, entah apa yang dirasa olehnya.......

Senin pagi ketika waktu libur telah habis, Si Ratih telah kembali bersekolah di kota neneknya kembali, begitupun denganku...aku bertemu dengan si Ratna, Dari cerita -cerita dirumahnya Ratih, Rupanya Ia tahu bahwa aku sering saling berkirim surat dengan si Ratih, dan sebagai kawan akrab ia memberitahuku bahwa Si Ratih telah punya Pacar jadi lebih baik aku mengurangi untuk berkirim surat dengannya..... yaahhhh gimana yaa.... tapi pikir punya pikir benar juga sih pendapat temanku Ratna daripada terjadi apa-apa dengannya nanti malah aku jadi merasa bersalah.... akhirnya aku putuskan untuk tidak mengirimkan surat lagi untuknya.. Ratih....

Demi sebuah persahabatan.........

No comments:

Post a Comment